Tuesday, May 27, 2008

Hati-hati Makan Gorengan pinggir jalan

Kemarin dapat forward email dari kakak yang ada di Jakarta, isi email adalah saran agar kita berhati-hati atu malah tidak usah membeli gorengan yang dijual di pinggir jalan.

Kenapa ??????

Karena menurut si penulis, gorengan yang dijual abang-abang di pinggir jalan tidak digoreng dengan minyak goreng murni. Masih menurut penulis email (menurut ceritanya sih ini pengalaman pribadi) pada saat ia akan membeli gorengan tanpa sengaja dia melihat penjualnya memasukkan minyak goreng ke dalam penggorengan tanpa membuka plastik pembungkusnya, sehingga plastik tersebut ikut meleleh. Ketika hal tersebut ditanyakan, si penjual diam saja dan tidak memberikan reaksi apapun sehingga dia pun mengira si penjual tidak sengaja melakukan hal tersebut . Sesampai di rumah hal yang baru saja dilihat diceritakan kepada pamannya. Dan penjelasan yang di dapat dari paman sungguh membuat dia kaget karena ternyata, penjual itu bukannya tanpa sengaja memasukkan minyak gorengan berikut plastik pembungkusnya, karena ternyata campuran plastik pembungkus itulah yang dapat membuat gorengan garing dan tahan lama renyahnya, bahkan masih menurut paman si penulis, ada juga penjual yang malah dengan sengaja memasukkan potongan-potongan botol minuman kemasan ke dalam minyak yang akan digunakan untuk menggoreng.

Demi membuktikan kebenaran dari penjelasan si paman, penulis email mempraktekkannya di rumah, dia mencoba menggoreng tempe dengan dua cara, cara pertama tempe digoreng dengan minyak goreng murni dan cara kedua digoreng dengan minyak goreng plus plastik. Dan ternyata terbukti, tempe yang digoreng dengan cara pertama cepat melempem, sedangkan yang digoreng dengan cara kedua tetap renyah meskipun sampai ke-esokkan harinya.

Wah mengerikan sekali ya.....

Padahal saya sangat suka jajan gorengan di pinggir jalan dan selalu mencari yang garing dan renyah. Percaya nggak percaya, tapi demi kesehatan mending sekarang nggak usah jajan gorengan di pinggir jalan, atau kita beli gorengan yang sudah melempem aja ya ? hi...hi...hi...
Kalo begini jadi ngeri beli-beli.

Pernah liat tayangan investigasi di Trans TV semangka yang warnanya merah kadang berbahaya karena ada beberapa petani nakal yang menyuntikkan pewarna pakaian warna merah tentu saja pada saat proses penanamannya, daging busuk bisa disulap jadi bagus lagi dengan cara direndam dengan boraks dan darah sapi segar, bakso sapi dengan bahan daging tikus, jajanan anak-anak diberi pewarna tekstil... duhh cari duit yang halal aja deh pak, meskipun memang susah tapi dengan cara-cara begini justru tidak akan membawa keuntungan karena jika semua orang berpikir untuk tidak lagi membeli, maka kerugian lah yang ada didepan mata.

4 comments:

Anonymous said...

pernah dengar hal ini di milis, tapi belum pernah membuktikan. mungkin mending ati2 saja.
BTW kalau plastik dimasukkan ke minyak panas hasilnya apa nggak menggumpal saja to ?
aku juga belum pernah nyoba nggoreng plastik bungkus minyak. kurang gawean, tur menyulut PDRT - peperangan dalam rumah tangga.

Anonymous said...

Kalo panas plastiknya meleleh bos. Hari sabtu seorang temen beli tempe goreng yang garing dan renyah, waktu pulang masih sisa 1 biji. Pas hari Senin tempe sisa tersebut tidak berubah wujud tetap garing dan renyah. He...he... digoreng denga plastikah tempe ini ??? Wallahualam dehhhh

Anonymous said...

dorpraise ndi ?

Anonymous said...

nunggu sampe quota terpenuhi. he...he...