Tuesday, June 3, 2008

Tips Sebelum Pindah Kerja

Pasti kita semua pernah merasa bosan dan jenuh dengan pekerjaan yang sekarang ini kita geluti dan mulai mempunyai pikiran untuk mencoba mencari-cari pekerjaan di tempat lain. Sebelum hal ini anda lakukan, dibawah ini ada hal-hal yang bisa menjadi bahan pertimbangan sbb :

Tips 1 :
Teliti penyebab yang membuat anda bosan dengan pekerjaan sekarang.

Buat daftar pertanyaan mengapa anda sangat ingin keluar dari pekerjaan ini? Ada beberapa alasan yang membuat kita ingin berhenti dan pindah antara lain adalah jam kerja yang terlalu panjang, stres karena semua pekerjaan yang diorder atasan sifatnya urgent, target achievement yang sangat tinggi, atasan yang kurang manusiawi atau gaji yang kecil?
Setelah itu coba buat daftar tentang hal-hal yang anda sukai dari pekerjaan saat ini, apakah suasananya menyenangkan, teman-teman yang akrab, posisi yang sudah mapan atau lainnya.
Selanjutnya mulai bandingkan kedua daftar tersebut dan mulailah anda pertimbangan untung ruginya mencari pekerjaan yang baru.

Tips 2 :
Buatlah gambaran mengenai pekerjaan yang ideal bagi anda.

Pekerjaan seperti apa yang menurut anda sempurna? Dengan mengabaikan realita, mulailah anda mereka-reka pekerjaan ideal yang anda idamkan? Dengan siapa dan dimana anda ingin bekerja ? Setelah itu coba lihat kembali pekerjaan anda sekarang dan coba bandingkan dengan pekerjaan rekaan anda. Coba cari celah apakah ada perubahan yang bisa anda lakukan agar pekerjaan yang sekarang ini dapat minimal mendekati seperti yang anda inginkan. Memang tidak mudah dan perubahan ini juga tidak dapat seketika anda lakukan karena akan memerlukan adanya kesepakatan-kesepakatan dengan orang-orang yang juga terlibat dengan pekerjaan kita. Namun apabila anda dapat menyakinkan kepada mereka bahwa perubahan yang anda usulkan itu memang akan membawa suasana kerja lebih menyenangkan dan hasilnya akan lebih optimal pasti mereka akan dengan senang hati melakukan perubahan tersebut.

Tips 3 :
Katakan apa yang anda inginkan

Setelah membuat daftar perubahan yang ingin anda lakukan, maka hal yang juga sangat penting adalah mengkomunikasikan rencana perubahan tersebut kepada atasan dan tentu saja disertai data dan penjelasan yang akurat agar anda bisa mengantongi dukungan atasan atas usulan perubahan tersebut. Bisa anda sampaikan kepada atasan bahwa dengan ada perubahan sistem kerja ini maka bukan saja anda yang diuntungkan tetapi perusahaan juga akan mendapatkan keuntungan, karena sistem yang baru membuat pekerjaan menjadi lebih efisien baik dalam waktu, tenaga dan juga biaya, namun target achievement dapat tetap terpenuhi. Namun apabila penyebab yang membuat anda ingin mencari pekerjaan baru adalah karena gaji yang kecil, maka ada baiknya hal tersebut anda bicarakan dengan atasan terlebih dahulu karena siapa tahu setelah atasan mendengarkan permintaan anda dan alasan kenapa anda ingin meminta adanya penyesuaian - misal dengan menunjukkan prestasi kerja anda, akan ada kebijakan dari atasan untuk anda. Karena pada dasarkan jika anda memang merupakan aset bagi perusahaan karena prestasi kerja anda memang bagus, atasan pasti akan lebih memilih mempertahankan anda dan berusaha mencarikan jalan keluar atas permasalahan ini daripada harus mempekerjakan orang baru sebagai pengganti anda.

Tips 4 :
Pindah ke divisi lain

Apabila ternyata masalah yang membuat anda ingin pindah adalah atasan anda langsung atau jika ternyata anda tidak dapat melakukan perubahan apapun bagi pekerjaan ini, mungkin memang sudah waktunya anda berhenti dan mulai mencari pekerjaan di tempat lain. Namun jika anda masih senang bekerja di perusahaan ini, maka ada baiknya anda coba mulai mencari-cari info peluang di divisi lain yang kemungkinan cocok dengan kemampuan dan keahlian anda. Namun apabila setelah semua upaya di atas anda lakukan, ternyata anda tetap merasa malas, takut, berat melangkah dan tidak bersemangat lagi untuk bekerja, maka memang ini adalah waktu yang tepat buat anda untuk mencari pekerjaan baru.


(Sumber Nova no. 1058)

Tuesday, May 27, 2008

Hati-hati Makan Gorengan pinggir jalan

Kemarin dapat forward email dari kakak yang ada di Jakarta, isi email adalah saran agar kita berhati-hati atu malah tidak usah membeli gorengan yang dijual di pinggir jalan.

Kenapa ??????

Karena menurut si penulis, gorengan yang dijual abang-abang di pinggir jalan tidak digoreng dengan minyak goreng murni. Masih menurut penulis email (menurut ceritanya sih ini pengalaman pribadi) pada saat ia akan membeli gorengan tanpa sengaja dia melihat penjualnya memasukkan minyak goreng ke dalam penggorengan tanpa membuka plastik pembungkusnya, sehingga plastik tersebut ikut meleleh. Ketika hal tersebut ditanyakan, si penjual diam saja dan tidak memberikan reaksi apapun sehingga dia pun mengira si penjual tidak sengaja melakukan hal tersebut . Sesampai di rumah hal yang baru saja dilihat diceritakan kepada pamannya. Dan penjelasan yang di dapat dari paman sungguh membuat dia kaget karena ternyata, penjual itu bukannya tanpa sengaja memasukkan minyak gorengan berikut plastik pembungkusnya, karena ternyata campuran plastik pembungkus itulah yang dapat membuat gorengan garing dan tahan lama renyahnya, bahkan masih menurut paman si penulis, ada juga penjual yang malah dengan sengaja memasukkan potongan-potongan botol minuman kemasan ke dalam minyak yang akan digunakan untuk menggoreng.

Demi membuktikan kebenaran dari penjelasan si paman, penulis email mempraktekkannya di rumah, dia mencoba menggoreng tempe dengan dua cara, cara pertama tempe digoreng dengan minyak goreng murni dan cara kedua digoreng dengan minyak goreng plus plastik. Dan ternyata terbukti, tempe yang digoreng dengan cara pertama cepat melempem, sedangkan yang digoreng dengan cara kedua tetap renyah meskipun sampai ke-esokkan harinya.

Wah mengerikan sekali ya.....

Padahal saya sangat suka jajan gorengan di pinggir jalan dan selalu mencari yang garing dan renyah. Percaya nggak percaya, tapi demi kesehatan mending sekarang nggak usah jajan gorengan di pinggir jalan, atau kita beli gorengan yang sudah melempem aja ya ? hi...hi...hi...
Kalo begini jadi ngeri beli-beli.

Pernah liat tayangan investigasi di Trans TV semangka yang warnanya merah kadang berbahaya karena ada beberapa petani nakal yang menyuntikkan pewarna pakaian warna merah tentu saja pada saat proses penanamannya, daging busuk bisa disulap jadi bagus lagi dengan cara direndam dengan boraks dan darah sapi segar, bakso sapi dengan bahan daging tikus, jajanan anak-anak diberi pewarna tekstil... duhh cari duit yang halal aja deh pak, meskipun memang susah tapi dengan cara-cara begini justru tidak akan membawa keuntungan karena jika semua orang berpikir untuk tidak lagi membeli, maka kerugian lah yang ada didepan mata.

Monday, May 26, 2008

Jodoh atau Soulmate

Sabtu siang tanggal 17 Mei 2008 lalu, saat sedang nyalon saya benar-benar kaget mendengar kabar dari radio yang diputar di salon tersebut, si penyiar mengatakan bahwa Sophan Sophian tewas dalam sebuah kecelakaan di Sragen. Seketika suasana salon menjadi ramai, para pelanggan dan capster saling memberikan komentar atas berita yang baru saja kami dengar itu. Hampir semua komentar yang saya dengar siang itu sama yaitu "Widyawati dan Sophan Sophian memang soulmate".

Sepulang dari nyalon saya melanjutkan kegiatan saya mengantar anak sulung saya ke tempat les, sore itu jadwal Maura untuk les keyboard dan vocal. Saat menunggu Maura les, saya bertemu dengan seorang teman lama dan kami ngobrol dengan topik tewasnya Sophan Sophian, dan teman ini juga berkomentar sama seperti komentar yang saya dengar di salon siang tadi "Wah Widyawati dan Sophan Sophian itu memang jodoh ya .... selama pernikahan mereka selalu romantis, tidak pernah ada gosip miring yang menimpa mereka, sayang banget ya meninggalnya kok tragis banget gitu."

Lalu teman ini bertanya pada saya "Menurut kamu suamimu itu jodohmu bukan?" wah..wah... pertanyaan seperti ini sebenarnya pertanyaan yang gampang-gampang susah ya untuk dijawab. Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa suami atau istri kita belum tentu jodoh kita, namun ada juga sebagian orang yang percaya bahwa suami atau istri yang kita pilih adalah memang jodoh kita. Dan demi untuk ketenangan diri sendiri, maka saya lebih memilih untuk sepakat dengan pendapat kedua, dari pada saya yang notabene sudah mempunyai 2 orang anak harus terus disibukkan untuk mencari jawaban atas pertanyaan seperti itu. Maka pertanyaan si teman ini saya jawab "Tentu saja..." teman saya lalu mengatakan bahwa saya sangat beruntung karena bisa mendapatkan suami yang memang jodoh saya dan tidak seperti dia yang tidak bisa menikah dengan orang yang menjadi jodohnya.

Wah ternyata teman saya ini masuk pada kelompok pertama yang percaya bahwa belum tentu orang yang kita pilih sebagai suami atau istri adalah memang jodoh kita dan biasanya (menurut pengamatan dari pengalaman beberapa teman) orang yang masuk dalam kelompok ini memang sedang memiliki masalah dalam hubungan dengan pasangan dan sedang terlibat dalam suatu hubungan terlarang. Demi untuk mengisi waktu menunggu dan untuk membuktikan apakah asumsi ini benar, maka dengan iseng dan penuh penasaran saya mencoba bertanya kepadanya kenapa dia merasa bahwa suaminya bukan jodohnya, mulailah teman ini menceritakan masalah yang tengah dihadapinya, bahwa suaminya kurang perhatian, bahwa suaminya selalu memperlakukannya se-enaknya, bahwa suaminya tidak pernah mendukung dia, bahwa suaminya tidak pernah sependapat dengannya, bahwa hampir setiap hari mereka selalu bersitegang, dan masih banyak lagi bahwa bahwa yang lain. Saya perhatikan teman ini begitu bersemangat menceritakan semua hal tentang suaminya yang menurutnya tidak sesuai dengan keinginannya. Cerita terus berlanjut seputar ketidakpuasannya terhadap si suami sampai akhirnya terjawablah rasa penasaran saya, bahwa sumber dari segala persoalan dalam rumah tangganya adalah karena saat ini dia sedang sangat dekat dengan seorang pria lain yang menurutnya sangat "care" terhadapnya, sangat perhatian tidak saja pada dirinya tapi juga pada anak-anaknya, sangat mengerti dia dan masih banyak sangat-sangat yang lain yang merupakan kebalikan dari sifat suaminya.

Mendengar cerita itu, maka saya tersenyum dan berkata dalam hati "wah..wah... jangan-jangan asumsi itu benar ya ?"

Lalu si teman meminta pendapat saya, mengenai permasalahan yang dia hadapi dan saya hanya mengatakan kepadanya bahwa semua yang dia keluhkan tentang suaminya, juga saya alami, bahwa semua yang dia lihat kurang dari suaminya juga saya lihat pada suami saya, bahwa semua yang dia rasakan pada suaminya juga saya rasakan, namun bedanya karena saya tidak mencoba membandingkannya dengan orang lain dan tidak mencoba mencari perbandingannya dari orang lain, maka semua itu tidak menjadi persoalan yang berat dalam perkawinan saya.

Dalam perjalanan pulang saya pun berpikir, sedemikian dangkalnya kah arti "jodoh atau soulmate itu????" bagi teman ini.

Jika pasangan kita selalu sependapat dengan kita, selalu mengerti kita, selalu akur dan tidak pernah cek cok dengan kita maka dapat dikatakan dia jodoh kita, namun sebaliknya jika pasangan kita tidak lagi seperti yang kita inginkan maka pasangan kita bukanlah lagi jodoh kita. Jika memang begitu berarti kita baru tahu jodoh kita setelah kita menikah ya ? Setelah menikah ternyata merasa tidak berjodoh kita bisa bercerai dan menikah lagi dengan orang lain yang kita kira bisa jadi jodoh kita. Celaka sekali jika ternyata setelah menikah berulang-ulang ternyata kita tetap tidak juga bertemu dengan jodoh kita karena bagaimanapun kita tidak akan bisa menemukan orang yang mempunyai selera, pemikiran dan persepsi yang bisa sama persis dengan kita.

Miris sekali jika memang pemikiran itu yang ada dalam benak si teman ini, karena akhirnya arti seorang pasangan tidak ubahnya dengan baju, sepatu, accesories dll yang pada awal kita beli terlihat sangat indah dan cocok dengan kita, namun tidak lama kemudian ketika kita mulai bosan Barang-barang tersebut akan terlihat sangat jelek dan tidak cocok lagi dengan kita.
Bercermin dari perjalanan pernikahan Sophan Sophian dan Widyawati, saya sangat yakin bahwa perjalanan hubungan mereka sebagai suami istri pun tidak mungkin hanya mulus mulus saja tanpa ada pertengkaran dan ketidaksepahaman, karena setiap hubungan kita dengan pasangan pastilah akan ada hal-hal yang membuat kita tidak sependapat dengannya, hanya saja kembali kepada cara kita melihat perbedaan itu. Jika setiap pertengkaran dapat kita akhirnya dengan suatu perdamaian, nrimo dan tidak saling menuntut, justru perhatian akan kita dapatkan dari pasangan sebagai imbalan atas pengertian kita. Ini sih pengalaman saya.

Friday, May 23, 2008

Batik Batik yang Cantik

Saat ini batik sedang "in" semua orang seperti sedang tergila-gila dengan semua hal yang berbau batik. Lihat saja di mal-mal khususnya dibutik-butik fashion semua berlomba-lomba memasang segala model baju yang bermotifkan batik dan hebatnya trend batik ini bisa juga menyentuh kalangan anak muda yang dulunya sama sekali tidak tertarik dengan semua hal tentang batik, karena menurut mereka batik indentik dengan kuno dan tua. Wah boro-boro membeli, melirikpun mereka tidak terpikir. Yang luar biasa sampai anak-anak pra remaja pun mau saja dan antusias jika dibelikan baju bermotif batik.Hal ini juga saya alami, karena saya juga termasuk orang yang terkena sindrom "kormod = korban mode" he...he... maka saya pun ikut - ikutan latah berburu batik dan berhasil mendapatkan beberapa potong yang menurut saya model dan motifnya oke punya. Ketika baju tersebut saya pakai, anak saya yang bungsu - Alexa berkomentar "Ibu cantik ....." wah saya sangat tersanjung mendengar pujian Alexa ini yang notabene baru berumur 2 tahun tapi sudah bisa memberikan penilaian atas penampilan ibunya. Mendengar itu anak saya yang sulung - Maura merespon cepat "Ibu ada yang ukurannya se aku nggak? Kakak pengin dibelikan yang kayak punya Ibu...."Wah...wah...wah... rupanyanya batik juga telah berhasil menarik perhatian anak-anakku.Sungguh hebat si penggagas trend batik ini, bisa menggugah kecintaan kaum muda akan warisan kebudayaan bangsa.Hidup Batik.......

Thursday, May 22, 2008

Asiknya ngeblog

Gara-gara email yang rewel, hari ini malah jadi penasaran untuk ikutan bikin blog.

Seorang teman yang membantu untuk membereskan kerewelan email, memamerkan dan mengundang saya untuk mengintip blognya. Jadi deh ikutan panas untuk bikin blog sendiri.
Ternyata asik juga ya ngeblog, lumayan ada tempat buat curhat dan sharing cerita.

Nama blog saya pilih Maura-Alexa, karena nama - nama itu yang bikin saya selalu semangat untuk menjalani hari-hari, ya nama kedua anakku semoga saja mereka nggak keberatan namanya dipakai ibunya he...he...

Maura - Alexa, ibu love you.

Buat teman yang sudah ngipasin untuk bikin blog, many thanks bro.....